• Akomodasi : terdapat banyak pilihan penginapan karena terletak di kota waingapu.
(lihat info Hotel dan Tarif di kota Waingapu di bawah )
• Kuliner : terdapat beberapa warung makan di luar obyek
• Berbelanja : masyarakat biasanya menawarkan hasil tenun pada pengunjung namun terdapat juga toko souvenir di luar obyek.
• Transportasi : sarana transportasi umum (Bemo), ojek.
• Berbelanja : masyarakat biasanya menawarkan hasil tenun pada pengunjung namun terdapat juga toko souvenir di luar obyek.
• Transportasi : sarana transportasi umum (Bemo), ojek.
TARIAN TRADISIONAL

Berbagai
tarian tradisional terdapat diseluruh daerah Sumba Timur yang disajikan
pada upacara ritual, pagelaran dan acara pemerintahan yang diiringi
oleh nyanyian lagu-lagu adat, gong dan tambur serta alat musik dari
bambu (nggu’nggi dan jung’ga au) yaitu tari Ndua kali, tari Kadingangu,
tari Ngguku (Wulu Manu), tari Parinna, tari Ludu, tari Panapang Baru,
tari Patang, tari Pata Pandailung, tari Waluk, tari Kanduku Wuaka dan
tarian penyambutan tamu agung yaitu: Ninggu Harama dan Harama.
Selain
di kampung-kampung tradisional, tarian diatas dapat juga disaksikan di
sanggar-sanggar seni antara lain : sanggar tari Ori Angu (Lambanapu),
sanggar tari Ninggama (Prailiu), sanggar tari Mbeni Mangu (Wangga),
sanggar tari Talu Nggeda (Kawangu), Gempar (Praimbana), Prainatang
(Mondu), Praiyawang (Rindi), Katala Hamu Lingu (Lewa), Riki Mata
(Radamata), Manandang Pa’Ori ( Desa Praikalala), Guagat Paraingu
(Kecamatan Kananggar).
KEMATIAN DAN PENGUBURAN

Kematian
dilihat dari transisi antara hidup duniawi dan akhirat dan merupakan
peristiwa penting dalam perjalanan seseorang menuju kebahagiaan sejati.
Oleh karenanya penguburan harus dilaksanakan dengan upacara khusus agar
arwah manusia layak masuk dalam Praimarapu (Surga). Setelah mayat
disimpan bahkan sampai bertahun-tahun, dilakukan penyembelihan ternak
kerbau dan kuda dalam jumlah besar (tergantung status sosial) sebagai
sesaji pengiring penguburan. Upacara ini terdiri dari dua tahap, pertama
jenazah
dibungkus dengan kain berlapis-lapis lalu diletakkan dalam peti kayu
dengan diameter 1,50 cm (pada jaman dahulu tidak menggunakan peti
berbahan kayu, melainkan menggunakan kulit kerbau yang telah
dikeringkan). Jenazah diletakkan dalam posisi jongkok (seperti posisi
janin dalam rahim ibu, yang memiliki makna “Lahir Baru”) lalu
ditempatkan dalam rumah adat sambil menantikan upacara berikutnya.
Jenazah
dijaga oleh Papanggang/Ata Ngandi (Hamba Bawaan) yang juga berperan
sebagai mediator dengan sang arwah. Sehari sebelum berakhirnya tahap
pertama diadakan upacara Pahadang yang dipimpin oleh Ratu (Pendeta
Marapu). Sebelum tahap kedua, batu kubur sudah disiapkan dengan ukuran
tergantung status sosial. Batu tersebut harus ditarik dari luar kampung
yang diawali dan diakhiri dengan upacara khusus. Jenazah diusung dan
diarak dalam suatu prosesi sambil diiringi oleh arakan kuda berhias yang
ditunggangi oleh hambanya (Ata Ngandi) sampai ketempat pemakaman
jenazah ditempatkan dalam kubur batu megalit. Anda dapat melihatnya di
Kampung Prailiu, Pau dan Praiyawang, serta kampung-kampung tradisional
lainnya.
SENI DAN KERAJINAN TANGAN
Kekhasan
tenun ikat memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi ketenaran
Sumba Timur di mata dunia. Disebut tenun ikat karena kegiatan mengikat
amat berperan. Sebelum ditenun, benang diikat menurut pola yang telah
ditentukan sebelumnya, lalu dicelup dalam pewarna, hanya kini masi
digunakan benang yang dipintal secara manual dan alamiah. Kekuatan kain
tenun Sumba Timur bukan saja terletak pada desain yang unik, penuh
simbol-simbol dekoratif bermakna sosial kemasyarakatan hingga keagamaan
ataupun tata warna alamiah yang sangat menarik tetapi justru pada proses
pembuatan yang melibatkan jiwa penenunnya tersebut, yang memungkinkan
waktu berbulan-bulan masa kerja dilalui dengan penuh kesabaran serta
ketekunan yang luar biasa. Tenunan biasanya digunakan untuk pakaian
adat, belis, membungkus jenazah dan lainnya sebagainya. Proses pembuatan
tenun ikat dapat dilihat di Kampung Prailiu, Kampung Lambanapu, Kampung
Mauliru, Kampung Pau, Kampung Praiyawang dan Desa Watuhadang serta Desa
Kaliuda yang merupakan pusat kerajinan tenun ikat.
Dikembangkan oleh Bagian PDE Setda Kabupaten Sumba TimurJl. Jendral Soeharto No.42 Waingapu
Sumba Timur - NTT 87112
Telp.0387-62785
Tidak ada komentar:
Posting Komentar